ASKEP PLASENTA PREVIA TOTALIS PDF

Tujuan : Kebutuhan volume cairan klien terpenuhi. Intervensi: a. Evaluasi, laporkan, serta catat jumlah dan sifat kehilangan darah. Rasional: Perkirakan kehilangan darah membantu membedakan diagnosis. Lakukan tirah baring, intruksikan ibu untuk menghindari valsava maneuver dan koitus. Rasional: Perdarahan dapat berhenti dengan reduksi aktivitas.

Author:Kazinris Zolom
Country:Albania
Language:English (Spanish)
Genre:Education
Published (Last):28 December 2009
Pages:196
PDF File Size:20.25 Mb
ePub File Size:2.84 Mb
ISBN:327-7-54131-604-1
Downloads:46114
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Grolmaran



Definisi Menurut Wiknjosastro , Placenta Previa adalah plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada segmen bawah uterus sehingga menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir. Menurut Manuaba mengemukakan bahwa plasenta previa adalah plasenta dengan implantasi di sekitar segmen bawah rahim, sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh ostium uteri internum. Jadi yang dimaksud plasenta previa ialah plasenta yang implantasinya tidak normal, rendah sekali hingga menutupi seluruh atau sebagian ostium internum.

Menurut Cunningham, plasenta previa merupakan implantasi plasenta di bagian bawah sehingga menutupi ostium uteri internum, serta menimbulkan perdarahan saat pembentukan segmen bawah rahim. Plasenta previa adalah plasenta yang berimplantasi pada segmen bawah rahim dan menutupi sebagian atau seluruh osteum uteri internum Saifuddin, Klasifikasi Menurut Manuaba , klasifikasi plasenta previa secara teoritis dibagi dalam bentuk klinis, yaitu: a Plasenta Previa Totalis, yaitu menutupi seluruh ostium uteri internum pada pembukaan 4 cm.

Menurut Chalik klasifikasi plasenta previa didasarkan atas terabanya jaringan plasenta melalui pembukaan jalan lahir : 1. Plasenta Previa Totalis, yaitu plasenta yang menutupi seluruh ostium uteri internum. Plasenta Previa Partialis, yaitu plasenta yang menutupi sebagian ostium uteri internum. Plasenta Previa Marginalis, yaitu plasenta yang tepinya agak jauh letaknya dan menutupi sebagian ostium uteri internum.

Menurut De Snoo yang dikutip oleh Mochtar , klasifikasi plasenta previa berdasarkan pada pembukaan 4 — 5 cm yaitu : 1. Plasenta Previa Sentralis, bila pembukaan 4 — 5 cm teraba plasenta menutupi seluruh ostium.

Plasenta Previa Lateralis, bila pada pembukaan 4 — 5 cm sebagian pembukaan ditutupi oleh plasenta, dibagi 3 yaitu : plasenta previa lateralis posterior bila sebagian menutupi ostium bagian belakang, plasenta previa lateralis bila menutupi ostium bagian depan, dan plasenta previa marginalis sebagian kecil atau hanya pinggir ostium yang ditutupi plasenta. Penentuan macamnya plasenta previa tergantung pada besarnya pembukaan, misalnya plasenta previa totalis pada pembukaan 4 cm mungkin akan berubah menjadi plasenta previa parsialis pada pembukaan 8 cm, penentuan macamnya plasenta previa harus disertai dengan keterangan mengenai besarnya pembukaan Wiknjosastro, Etiologi Penyebab secara pasti belum diketahui dengan jelas.

Menurut beberapa pendapat para ahli, penyebab plasenta previa yaitu : 1. Menurut Manuaba , plasenta previa merupakan implantasi di segmen bawah rahim dapat disebabkan oleh endometrium di fundus uteri belum siap menerima implantasi, endometrium yang tipis sehingga diperlukan perluasaan plasenta untuk mampu memberikan nutrisi pada janin, dan vili korealis pada chorion leave yang persisten. Menurut Mansjoer , etiologi plasenta previa belum diketahui pasti tetapi meningkat pada grademultipara, primigravida tua, bekas section sesarea, bekas operasi, kelainan janin dan leiomioma uteri.

Faktor Risiko 1. Menurut Mochtar , faktor — faktor predisposisi plasenta previa yaitu: 1 Umur dan paritas, pada paritas tinggi lebih sering dari paritas rendah di Indonesia plasenta previa banyak dijumpai pada umur muda dan paritas kecil. Hal ini disebabkan banyak wanita Indonesia menikah pada usia muda dimana endometrium masih belum matang. Faktor pendukung Menurut Sheiner yang dikutip oleh Amirah Umar Abdat , etiologi plasenta previa sampai saat ini belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa teori dan faktor risiko yang berhubungan dengan plasenta previa, diantaranya : 1 Lapisan rahim endometrium memiliki kelainan seperti : fibroid atau jaringan parut dari previa sebelumnya, sayatan, bagian bedah Caesar atau aborsi.

Menurut Sastrawinata , plasenta previa juga dapat terjadi pada plasenta yang besar dan yang luas, seperti pada eritroblastosis, diabetes mellitus, atau kehamilan multipel. Sebab — sebab terjadinya plasenta previa yaitu : beberapa kali menjalani seksio sesarea, bekas dilatasi dan kuretase, serta kehamilan ganda yang memerlukan perluasan plasenta untuk memenuhi kebutuhan nutrisi janin karena endometrium kurang subur Manuaba, Faktor pendorong Ibu merokok atau menggunakan kokain, karena bisa menyebabkan perubahan atau atrofi.

Hipoksemia yang terjadi akibat karbon monoksida akan dikompensasi dengan hipertrofi plasenta. Hal ini terjadi terutama pada perokok berat lebih dari 20 batang sehari Sastrawinata, Patofisiologi Menurut Chalik , pada usia kehamilan yang lanjut, umumnya pada trisemester ketiga dan mungkin juga lebih awal, oleh karena telah mulai terbentuknya segmen bawah rahim, tapak plasenta akan mengalami pelepasan.

Sebagaimana diketahui tapak plasenta terbentuknya dari jaringan maternal yaitu bagian desidua basalis yang tumbuh menjadi bagian dari uri. Dengan melebarnya istmus uteri menjadi segmen bawah rahim, maka plasenta yang berimplantasi disitu sedikit banyak akan mengalami laserasi akibat pelepasan pada tapaknya. Demikian pula pada waktu servik mendatar dan membuka ada bagian tapak plasenta yang lepas. Pada tempat laserasi itu akan terjadi perdarahan yang berasal dari sirkulasi maternal yaitu ruang intervillus dari plasenta.

Oleh sebab itu, perdarahan pada plasenta previa betapapun pasti akan terjadi oleh karena segmen bawah rahim senantiasa terbentuk Perdarahan antepartum akibat plasenta previa terjadi sejak kehamilan 20 minggu saat segmen bawah uterus lebih banyak mengalami perubahan. Pelebaran segmen bawah uterus dan servik menyebabkan sinus uterus robek karena lepasnya plasenta dari dinding uterus atau karena robekan sinus marginalis dari plasenta.

Perdarahan tidak dapat dihindarkan karena ketidakmampuan serabut otot segmen bawah uterus untuk berkontraksi seperti pada plasenta letak normal Mansjoer, Pendarahan tanpa sebab tanpa rasa nyeri dari biasanya dan berulang 2.

Darah biasanya berwarna merah segar 3. Terjadi pada saat tidur atau saat melakukan aktivitas 4. Bagian terdepan janin tinggi floating , sering dijumpai kelainan letak janin 5. Pendarahan pertama first bleeding biasanya tidak banyak dan tidak fatal, kecuali bila dilakukan periksa dalam sebelumnya.

Tetapi perdarahan berikutnya reccurent bleeding biasanya lebih banyak. Perdarahan vagina setelah minggu ke 20 kehamilan adalah karakteristik dari placenta previa. Biasanya perdarahan tidak menyakitkan, namun ia dapat dihubungkan dengan kontraksi-kontraksi kandungan dan nyeri perut.

Perdarahan mungkin mencakup dalam keparahan dari ringan sampai parah. Pemeriksaan ultrasound digunakan untuk menegakkan diagnosis dari placenta previa. Evaluasi ultrasound transabdominal menggunakan probe pada dinding perut atau transvaginal dengan probe yang dimasukan kedalam vagina namun jauh dari mulut serviks mungkin dilakukan, tergantung pada lokasi dari placenta. Adakalanya kedua tipe-tipe dari pemeriksaan ultrasound adalah perlu.

Adalah penting bahwa pemeriksaan ultrasound dilakukan sebelum pemeriksaan fisik dari pelvis pada wanita-wanita dengan placenta previa yang dicurigai, karena pemeriksaan fisik pelvic mungkin menjurus pada perdarahan yang lebih jauh. Gejala paling khas dari plasenta previa adalah perdarahan pervaginam yang keluar melalui vagina tanpa nyeri yang pada umumnya terjadi pada akhir triwulan kedua.

Ibu dengan plasenta previa pada umumnya asimptomatik tidak memiliki gejala sampai terjadi perdarahan pervaginam. Biasanya perdarahan tersebut tidak terlalu banyak dan berwarna merah segar.

Pada umumnya perdarahan pertama terjadi tanpa faktor pencetus, meskipun latihan fisik dan hubungan seksual dapat menjadi faktor pencetus. Perdarahan terjadi karena pembesaran dari rahim sehingga menyebabkan robeknya perlekatan dari plasenta dengan dinding rahim.

Koagulapati jarang terjadi pada plasenta previa. Jika didapatkan kecurigaan terjadinya plasenta previa pada ibu hamil, maka pemeriksaan Vaginal Tousche pemeriksaaan dalam vagina oleh dokter tidak boleh dilakukan kecuali di meja operasi mengingat risiko perdarahan hebat yang mungkin terjadi. Pemeriksaan Penunjang Dapat mengungkapkan posisi rendah berbaring placnta tapi apakah placenta melapisi cervik tidak biasa diungkapkan 2. Sinar X Menampakkan kepadatan jaringan lembut untuk menampakkan bagian-bagian tubuh janin.

Pemeriksaan laboratorium Hemoglobin dan hematokrit menurun. Faktor pembekuan pada umumnya di dalam batas normal. Pengkajian vaginal Pengkajian ini akan mendiagnosa placenta previa tapi seharusnya ditunda jika memungkinkan hingga kelangsungan hidup tercapai lebih baik sesuadah 34 minggu. Pemeriksaan ini disebut pula prosedur susunan ganda double setup procedure. Double setup adalah pemeriksaan steril pada vagina yang dilakukan di ruang operasi dengan kesiapan staf dan alat untuk efek kelahiran secara cesar.

Isotop Scanning Atau lokasi penempatan placenta. Amniocentesis Jika 35 — 36 minggu kehamilan tercapai, panduan ultrasound pada amniocentesis untuk menaksir kematangan paru-paru rasio lecithin atau spingomyelin [LS] atau kehadiran phosphatidygliserol yang dijamin. Kelahiran segera dengan operasi direkomendasikan jika paru-paru fetal sudah mature. Penatalaksanaan Menurut Saifuddin terdapat 2 macam terapi, yaitu : 1. Terapi Ekspektatif Kalau janin masih kecil sehingga kemungkinan hidup di dunia luar baginya kecil sekali.

Ekspektatif tentu hanya dapat dibenarkan kalau keadaan ibu baik dan perdarahan sudah berhenti atau sedikit sekali. Syarat bagi terapi ini adalah keadaan ibu masih baik Hb-normal dan perdarahan tidak banyak, besarnya pembukaan, dan tingkat placenta previa. Terapi Aktif Kehamilan segera diakhiri sebelum terjadi perdarahan, adapun caranya: a Cara Vaginal Untuk mengadakan tekanan pada plasenta dan dengan demikian menutup pembuluh — pembuluh darah yang terbuka tamponade plasenta.

Menurut Winkjosastro prinsip dasar penanganan placenta previa yaitu, setiap ibu dengan perdarahan antepartum harus segera dikirim ke rumah sakit yang memiliki fasilitas transfusi darah dan operasi. Perdarahan yang terjadi pertama kali jarang sekali atau boleh dikatakan tidak pernah menyebabkan kematian, asal sebelumnya tidak diperiksa dalam.

Biasanya masih terdapat cukup waktu untuk mengirimkan penderita ke rumah sakit, sebelum terjadi perdarahan berikutnya yang hampir selalu akan lebih banyak daripada sebelumnya, jangan sekali — kali melakukan pemeriksaan dalam keadaan siap operasi. Apabila dengan penilaian yang tenang dan jujur ternyata perdarahan yang telah berlangsung, atau yang akan berlangsung tidak akan membahayakan ibu dan janin yang masih hidup dan kehamilannya belum cukup 36 minggu, atau taksiran berat janin belum sampai gram, dan persalinan belum mulai, dapat dibenarkan untuk menunda persalinan sampai janindapat hidup di luar kandungan lebih baik lagi Penanganan Pasif sebaliknya, kalau perdarahan yang telah berlangsung atau yang akan berlangsung akan membahayakan ibu dan atau janinnya, kehamilannya telah cukup 36 minggu, atau taksiran berat janin telah mencapai gram, atau persalinan telah mulai, maka penanganan pasif harus ditinggalkan, dan ditempuh penanganan aktif.

Dalam hal ini pemeriksaan dalam dilakukan di meja operasi dalam keadaan siap operasi Winkjosastro, Komplikasi Plasenta previa dapat menyebabkan resiko pada ibu dan janin. Menurut Manuaba , adapun komplikasi — komplikasi yang terjadi yaitu: a. Komplikasi pada ibu, antara lain: perdarahan tambahan saat operasi menembus plasenta dengan inersio di depan, infeksi karena anemia, robekan implantasi plasenta di bagian belakang segmen bawah rahim, terjadinya ruptura uteri karena susunan jaringan rapuh dan sulit diketahui.

Komplikasi pada janin, antara lain: prematuritas dengan morbiditas dan mortalitas tinggi, mudah infeksi karena anemia disertai daya tahan rendah, asfiksia intrauterine sampai dengan kematian. Menurut Chalik , ada tiga komplikasi yang bisa terjadi pada ibu dan janin antara lain: 1 Terbentuknya segmen bawah rahim secara bertahap terjadilah pelepasan tapak plasenta dari insersi sehingga terjadi lah perdarahan yang tidak dapat dicegah berulang kali, penderita anemia dan syok.

AARTI SANGRAH PDF

ASKEP PLASENTA PREVIA TOTALIS PDF

Apabila selama 3 hari tidak terjadi perdarahan setelah melakukan perawatan konservatif maka lakukan mobilisasi bertahap dan pasien dibolehkan pulang. Persalian Pervaginam persalinan pervaginam adalah tindakan melahirkan janin dengan cara persalinan normal. Persalinan pervaginam dilakukan pada plasenta previa marginalis, plasenta previa letak rendah, plasenta previa lateralis dengan pembukaan 4 cm atau lebih. Syarat persalinan per vaginam adalah : Kehamilan sudah cukup bulan Janin yang dikandung mati Persalinan Perabdominal persalinan perabdominal adalah tindakan melahirkan janin dengan cara operasi sesar. Indikasi operasi sesar pada plasenta previa dilakukan pada beberapa kondisi berikut: Plasenta previa totalis Plasenta previa lateralis dimana perbukaan masih kurang dari 4 cm Perdarahan yang banyak dan tanpa henti Presentasi janin yang tidak normal Ibu hamil dengan panggul sempit. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

ANATOMIJA LJUDSKE DESTRUKTIVNOSTI 2 PDF

MAKALAH ASKEP PLASENTA PREVIA

Organisasi kesehatan dunia WHO memperkirakan diseluruh dunia lebih dari Angka kematian ibu di sumatera barat per Prawirohardjo, Sarwono. Salah satu penyebab perdarahan tersebut adalah plasenta previa yaitu plasenta yang berimplementasi pada segmen bawah rahim SBR sedemikian rupa sehingga menutupi seluruh atau sebagian dari ostium uteri internum OUI. Penyebab terjadinya plasenta previa secara pasti sulit ditentukan namun ada beberapa faktor yang meningkatkan terjadinya plasenta previa seperti jarak kehamilan, paritas tinggi dan usia diatas 35 tahun Prawirohardjo, Sarwono. Menurut hasul penelitian wardana , plasenta terjadi 1,3 lebih sering pada ibu yang sudah beberapa kali melahirkan multipara dari pada ibu yang baru pertama kali melahirkan primipara.

Related Articles