BUNG KARNO PENYAMBUNG LIDAH RAKYAT INDONESIA PDF

Ini merupakan buku pertama yang saya baca melalui apps reader di smartphone. Walaupun butuh waktu lama untuk menyelesaikannya karena rutinitas saya sedikit berubah , tapi saya berhasil melewati bab demi bab dengan baik. Ini juga merupakan buku pertama tentang nasionalisme yang pernah saya konsumsi. Sepertinya akan ada beberapa buku sejenis yang akan saya nikmati dalam beberapa bulan mendatang.

Author:Mugore Daigore
Country:Solomon Islands
Language:English (Spanish)
Genre:Technology
Published (Last):9 May 2014
Pages:35
PDF File Size:1.43 Mb
ePub File Size:9.18 Mb
ISBN:231-7-93628-122-1
Downloads:87611
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Banos



Proklamator yang lahir di Blitar, Jatim, 6 Juni ini dengan gagah mengejek Amerika Serikat dan negara kapitalis lainnya: "Go to hell with your aid. Ia mengajak negara-negara sedang berkembang baru merdeka bersatu. Pemimpin Besar Revolusi ini juga berhasil menggelorakan semangat revolusi bagi bangsanya, serta menjaga keutuhan NKRI.

Tokoh pencinta seni ini memiliki slogan yang kuat menggantungkan cita-cita setinggi bintang untuk membawa rakyatnya menuju kehidupan sejahtera, adil makmur. Ideologi pembangunan yang dianut pria yang berasal dari keturunan bangsawan Jawa Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo, suku Jawa dan ibunya bernama Ida Ayu Nyoman Rai, suku Bali , ini bila dilihat dari buku Pioneers in Development, kira-kira condong menganut ideologi pembangunan yang dilahirkan kaum ekonom yang tak mengenal kamus bahwa membangun suatu negeri harus mengemis kepada Barat.

Tapi bagi mereka, haram hukumnya meminta-minta bantuan asing. Bersentuhan dengan negara Barat yang kaya, apalagi sampai meminta bantuan, justru mencelakakan si melarat negara miskin.

Bagi Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama Bung Karno, yang ketika kecil bernama Kusno, ini tampaknya tak ada kisah manis bagi negara-negara miskin yang membangun dengan modal dan bantuan asing. Semua tetek bengek manajemen pembangunan yang diperbantukan dan arus teknologi modern yang dialihkan — agar si miskin jadi kaya dan mengejar Barat — hanyalah alat pengisap kekayaan si miskin yang membuatnya makin terbelakang.

Itulah Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama Bung Karno yang berhasil menggelorakan semangat revolusi dan mengajak berdiri di atas kaki sendiri bagi bangsanya, walaupun belum sempat berhasil membawa rakyatnya dalam kehidupan yang sejahtera. Konsep "berdiri di atas kaki sendiri" memang belum sampai ke tujuan tetapi setidaknya berhasil memberikan kebanggaan pada eksistensi bangsa. Daripada berdiri di atas utang luar negeri yang terbukti menghadirkan ketergantungan dan ketidakberdayaan neokolonialisme.

Ia hanya beberapa tahun hidup bersama orang tua di Blitar. Saat belajar di HBS itu ia pun telah menggembleng jiwa nasionalismenya. Ia berhasil meraih gelar "Ir" pada 25 Mei Akibatnya, Belanda, si penjajah, menjebloskannya ke penjara Sukamiskin, Bandung pada 29 Desember Delapan bulan kemudian baru disidangkan. Pembelaannya itu membuat Belanda makin marah.

Sehingga pada Juli , PNI pun dibubarkan. Setelah bebas , Bung Karno bergabung dengan Partindo dan sekaligus memimpinnya. Akibatnya, ia kembali ditangkap Belanda dan dibuang ke Ende, Flores, tahun Empat tahun kemudian dipindahkan ke Bengkulu. Sebelumnya, ia juga berhasil merumuskan Pancasila yang kemudian menjadi dasar ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia berupaya mempersatukan nusantara.

Ia pun tak mau membubarkan PKI yang dituduh oleh mahasiswa dan TNI sebagai dalang kekejaman pembunuh para jenderal itu. Suasana politik makin kacau. Sehingga pada 11 Maret ia mengeluarkan surat perintah kepada Presiden Republik Indonesia Kedua Soeharto untuk mengendalikan situasi, yang kemudian dikenal dengan sebutan Supersemar.

Tapi, inilah awal kejatuhannya. Kesehatannya terus memburuk. Dari Hartini mendapat dua anak yaitu Taufan dan Bayu. Orator Ulung Presiden pertama RI itu pun dikenal sebagai orator yang ulung, yang dapat berpidato secara amat berapi-api tentang revolusi nasional, neokolonialisme dan imperialisme. Ia juga amat percaya pada kekuatan massa, kekuatan rakyat. Suatu ungkapan yang cukup jujur dari seorang orator besar. Gejala berbahasa Bung Karno merupakan fenomena langka yang mengundang kagum banyak orang.

Kemahirannya menggunakan bahasa dengan segala macam gayanya berhubungan dengan kepribadiannya. Hal ini tercermin dalam autobiografi, karangan-karangan dan buku-buku sejarah yang memuat sepak terjangnya.

Ia adalah seorang cendekiawan yang meninggalkan ratusan karya tulis dan beberapa naskah drama yang mungkin hanya pernah dipentaskan di Ende, Flores. Kumpulan tulisannya sudah diterbitkan dengan judul "Dibawah Bendera Revolusi", dua jilid. Jilid pertama boleh dikatakan paling menarik dan paling penting karena mewakili diri Soekarno sebagai Soekarno. Dari buku setebal kira-kira halaman tersebut tulisan pertama yang bermula dari tahun , dengan judul "Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme" adalah paling menarik dan mungkin paling penting sebagai titik-tolak dalam upaya memahami Soekarno dalam gelora masa mudanya, seorang pemuda berumur 26 tahun.

Di tengah kebesarannya, sang orator ulung dan penulis piawai, ini selalu membutuhkan dukungan orang lain. Ia tak tahan kesepian dan tak suka tempat tertutup. Di akhir masa kekuasaannya, ia sering merasa kesepian. Aku tak dapat tidur barang sekejap. Dan kalau saya tertidur, maafkanlah Untuk pertama kali dalam hidupku aku mulai makan obat tidur. Aku lelah. Terlalu lelah. Seringkali pikiran oranglah yang berubah-ubah, bukan pikiranmu Mereka turut menciptakan pulau kesepian ini di sekelilingmu.

Bung Karno mendapat kehormatan menyampaikan pidato di depan Kongres Amerika Serikat. Sebagaimana dilaporkan New York Times halaman pertama pada hari berikutnya, dalam pidato itu dengan gigih ia menyerang kolonialisme.

Tetapi, perjuangan itu masih belum selesai. Bagaimana perjuangan itu bisa dikatakan selesai jika jutaan manusia di Asia maupun Afrika masih berada di bawah dominasi kolonial, masih belum bisa menikmati kemerdekaan?

Hebatnya, meskipun pidato itu dengan keras menentang kolonialisme dan imperialisme, serta cukup kritis terhadap negara-negara Barat, ia mendapat sambutan luar biasa di Amerika Serikat AS. Pidato itu menunjukkan konsistensi pemikiran dan sikap-sikap Bung Karno yang sejak masa mudanya antikolonialisme. Terutama pada periode , semangat antikolonialisme dan anti-imperialisme itu sudah jelas dikedepankannya. Sangat jelas dan tegas ingatan kolektif dari pahitnya kolonialisme yang dilakukan negara asing yang kaya itu.

Namun, kata dan fakta adalah dua hal yang berbeda, dan tak jarang saling bertolak belakang. Soekarno dan para penggagas nasionalisme lainnya dipaksa bergulat di antara "kata" dan "fakta" politik yang dicoba dirajut namun ternyata tidak mudah, dan tak jarang menemui jalan buntu. Soekarno yang rajin berkata-kata, antara lain mengenai gagasan besarnya menyatukan kaum nasionalis, agama dan komunis menemukan kenyataan yang sama sekali bertolak belakang, ketika ia mencobanya menjadi fakta.

Begitu pula gagasan besarnya yang lain: marhaenisme, atau nasionalisme marhaenistis, yang matang dikonsepsikan pada tahun Bahkan, gagasannya mengenai Pancasila. Tokoh Kontroversial Sebagai sosok yang memiliki prinsip tegas, Bung Karno kerap dianggap sebagai tokoh kontroversial. Maka tak heran jika dia memiliki lawan maupun kawan yang berani secara terang-terangan mengritik maupun membela pandangannya.

Di mata lawan-lawan politiknya di Tanah Air, ia dianggap mewakili sosok Lihat Daftar Tokoh Politisi politisi kaum abangan yang "kurang islami". Mereka bahkan menggolongkannya sebagai gembong kelompok "nasionalis sekuler". Akan tetapi, di mata Syeikh Mahmud Syaltut dari Cairo, penggali Pancasila itu adalah Qaida adzima min quwada harkat al-harir fii al-balad al-Islam Pemimpin besar dari gerakan kemerdekaan di negeri-negeri Islam.

Tatkala memuncak ketegangan antara Israel dan negara-negara Arab soal status Palestina ketika itu, pers sensasional Arab menyambut Bung Karno, "Juara untuk kepentingan-kepentingan Arab telah tiba". Begitu pula, Tahta Suci Vatikan memberikan tiga gelar penghargaan kepada presiden dari Republik yang mayoritas Muslim itu. Memang, pembelaan Bung Karno terhadap kaum tertindas tidak hanya untuk negerinya namun juga negeri lain.

Itulah sebabnya, mengapa ia dipuja habis oleh bangsa Arab yang tengah menghadapi serangan Israel kala itu. Bung Karno dianggap sebagai pemimpin kaum Muslim. Padahal, di dalam negeri sendiri ia kerap dipandang lebih sebagai kaum abangan daripada kaum santri. Sebenarnya, seberapa religiuskah Bung Karno? Sila yang menunjukkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk dan mengakui lima agama. Bagaimana mungkin merangkum visi lima agama itu dalam satu kalimat yang mendasar itu kalau si pembuat kalimat tidak memahami konteks kehidupan beragama di Indonesia secara benar? Di mata pengamat seperti Geertz, pengakuan semacam itu dianggap sebagai "bergaya ekspansif seolah-olah hendak merangkul seluruh dunia". Sebaliknya, ungkapan semacam itu-pada hemat BJ Boland dalam The Struggle of Islam in Modern Indonesia - "hanya merupakan perwujudan dari perasaan keagamaan sebagian besar rakyat Indonesia, khususnya Jawa".

Bagi penghayatan spiritual Timur, ucapan itu justru "merupakan keberanian untuk menyuarakan berbagai pemikiran yang mungkin bisa dituduh para agamawan formalis sebagai bidah". Sistem Politik Soekarno memiliki pandangan mengenai sistem politik yang didukungnya adalah yang paling "cocok" dengan "kepribadian" dan "budaya" khas bangsa Indonesia yang konon mementingkan kerja sama, gotong-royong, dan keselarasan.

Dalam retorika, ia mengecam "individualisme" yang katanya lahir dari liberalisme Barat. Individualisme itu melahirkan egoisme, dan ini terutama dicerminkan oleh pertarungan antarpartai. Lalu ia mencetuskan Demokrasi Terpimpin. Dalam berpolitik Soekarno mementingkan politik mobilisasi massa, ia bersimpati pada gerakan-gerakan anti-imperialisme, dan mungkin sebagai salah satu konsekuensinya, penerimaannya pada Partai Komunis Indonesia PKI sebagai aktor politik yang sah, pendukung konsepsi demokrasi terpimpin.

Jadi ia mencanangkan sistem politik yang berwatak anti-liberal dan curiga pada Rektor Universitas Paramadina Mulya, Jakarta pluralisme politik. Ia mementingkan "persatuan" demi "revolusi". Pada tahun an, Indonesia memang ditandai oleh ketidakstabilan politik yang disebabkan oleh sistem demokrasi parlementer. Sistem ini bersifat sangat liberal, dan didominasi oleh partai-partai politik yang menguasai parlemen.

Namun, di sisi lain dari sistem parlemen yang dikuasai partai itu adalah sering jatuh bangunnya kabinet yang dipimpin oleh perdana Lihat Daftar Menteri Menteri. Kenyataan ini membuat Soekarno makin curiga pada partai politik karena dia menganggap Masyumi, dan juga PSI, terlibat dalam beberapa pemberontakan daerah. Kemudian, Soekarno mendekritkan kembalinya Indonesia pada UUD karena kegagalan Konstituante untuk memutuskan UUD baru untuk Indonesia, akibat perdebatan berlarut-larut, terutama antara kekuatan nasionalis sekuler dan kekuatan Islam mengenai dasar negara.

Ibuku, Idaju, berasal dari kasta tinggi. Raja terakhir Singaraja adalah paman ibuku. Bapakku dari Jawa. Nama lengkapnya adalah Raden Sukemi Sosrodihardjo. Raden adalah gelar bangsawan yang berarti, Tuan. Bapak adalah keturunan Sultan Kediri

JURNAL BANDUL MATEMATIS PDF

Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia (Soft Cover)

Pekerjaan rumah banyak sekali. Tidak pernah. Sebagai mantri guru bapak membanting tulang seperti pekerja lainnya. Ibu duduk berjam-jam lamanya melukis kain batik sampai tengah malam hingga pelita dan pemandangan matanya menjadi samar.

FAIK MERGEN PDF

Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia

Tetapi di kemudian hari baru diketahui ternyata banyak kesalahan-kesalahan dalam terjemahan, bahkan ada juga selipan-selipan isi yang tidak ada pada naskah aslinya. Hal ini sempat menimbulkan kesalahpahaman pada beberapa tokoh nasional kita. Karena itu saya menyambut baik penerbitan edisi revisi dari terjemahan karya Cindy Adams ini. Semoga buku ini dapat menghilangkan kesalahpahaman tersebut di atas dan mampu memberi pengertian yang lebih baik mengenai Bung Karno. Dengan diterbitkannya edisi revisi masyarakat tidak perlu ragu lagi bahwa buku ini merupakan terjemahan yang otentik dari buku asli yang ditulis Cindy Adams.

ASTM D4595 PDF

Review Buku Bung Karno : Penyambung Lidah Rakyat Indonesia

Proklamator yang lahir di Blitar, Jatim, 6 Juni ini dengan gagah mengejek Amerika Serikat dan negara kapitalis lainnya: "Go to hell with your aid. Ia mengajak negara-negara sedang berkembang baru merdeka bersatu. Pemimpin Besar Revolusi ini juga berhasil menggelorakan semangat revolusi bagi bangsanya, serta menjaga keutuhan NKRI. Tokoh pencinta seni ini memiliki slogan yang kuat menggantungkan cita-cita setinggi bintang untuk membawa rakyatnya menuju kehidupan sejahtera, adil makmur.

ECOULEMENT MAMELONNAIRE PDF

Namanya diperbincangkan banyak kalangan; mulai dari sisi mistisme hingga pidatonya yang meledak-ledak. Banyak orang mengunjungi tempat kramat di selatan Pulau Jawa yang disebut-sebut sebagai petilasan Bung Besar ini, juga, banyak politisi meniru gaya berpakaian dan teknik berpidato beliau untuk meraup untung suara menjelang pemilihan umum. Otobiografi ini tidak ditulis sendiri oleh Bung Karno, namun dibantu oleh wartawati kebangsaan Amerika Serikat, Cindy Adams. Sekian banyak yang baik-baik supaya dapat mengurangi egoku dan sekian banyak yang jelek-jelek agar orang mau membeli buku itu…Hanya setelah mati dunia ini dapat menimbang dengan jujur, apakah Sukarno manusia yang baik ataukah manusia yang buruk? Namun, buku ini lebih seperti konfirmasi atas pertanyaan-pertanyaan besar rakyat Indonesia : Apakah Bung Karno Seorang Komunis? Apakah Bung Karno seorang kolaborator Jepang? Apakah Bung Karno Seorang penggila wanita?

Related Articles