GLUKOSA TRANSPORTER PDF

GLUT A. Pengertian GLUT Pengaturan kadar glukosa darah secara normal berlangsung atas kerjasama yang harmonis antara mekanisme sekresi insulin dengan mekanisme aksi insulin di jaringan tubuh tu. Sel hepar dan otot serta lemak. Tujuannya adalah agar glukosa dalam darah memasuki sel untuk metabolisme secara fisologis. Proses metabolisme didalam jaringan tersebut membutuhkan suatu tahap dimana glukosa.

Author:Fenridal Voodootaxe
Country:Bahrain
Language:English (Spanish)
Genre:Photos
Published (Last):1 April 2008
Pages:108
PDF File Size:17.52 Mb
ePub File Size:11.5 Mb
ISBN:664-7-65343-759-2
Downloads:84195
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Tojashicage



Transport aktif bersifat struktural spesifik antara senyawa yang strukturnya serupa saling berkompetisi. Prosesnya berjalan satu arah. Mekanisme Kerja Obat Transpor Aktif Berikut ini terdapat beberapa mekanisme kerja obat transpor aktif, terdiri atas: Transpor Aktif Primer Jenis mekanisme transpor aktif ini memerlukan energi dalam bentuk ATP secara langsung untuk membawa molekul melawan gradien konsentrasi. Akibat adanya transpor aktif primer ini membuat terjadinya potensi membran.

Contoh dari Transpor aktif primer ini adalah transpor ion K yang masuk ke dalam sel, dan menjaga gradien konsentrasi ion K dalam sel lebih besar dari pada di luar sel. Sebaliknya terjadi pada ion Na yang dijaga konsentrasi didalam sel lebih rendah dari pada diluar sel.

Mekanisme transpor ini juga sering disebut sebagai Sodium-Potassium pump. Melekatnya fosfat pada protein menyebabkan protein berubah bentuk. Lepasnya fofsfat menyebabkan bentuk protein kembali seperti semula. Proses transport aktif penting untuk mempertahankan keseimbangan kalium dan natrium antara cairan intraseluler dan ekstraseluler.

Dalam kondisi normal, konsentrasi natrium lebih tinggi pada cairan intraseluler dan kadar kalium lebih tinggi pada cairan ekstraseluler. Untuk mempertahankan keadaan ini diperlukan mekanisme transport aktif melalui pompa natrium-kalium.

Transpor Aktif Sekunder Memiliki energi yang bebas dipakai karena mekanisme ini menggunakan energi secara berkala. Energi yang tersimpan dalam mekanisme ini dalam bentuk gradien konsentrasi ion. Pada transpor aktif sekunder, terjadinya bergantung kepada potensi membran yang ada dan bergantung pada adanya transpor aktif sekunder. Contoh dari transpor aktif adalh transpor asam amino dan glukosa melewati membran plasma dengan suatu protein khusus.

Hal tersebut menyediakan potensial membran, mengingat transppor natrium merupakan transpor aktif primer. Hal tersebut terus terjadi meskipun konsentrasi glukosa dan asam amino dalam sel lebih tinggi. Karena molekul glukosa dan asam amino tersebut masuk karena menggunakan sebagian energi datri transpor natrium. Exchange Dalam counter transpor berlangsung pertukaran partikel, yaitu ketika molekul ion natrium masuk kedalam sel, ada molekul yang akan seketika itu juga keluar dari sel.

Dalam kasus ini, transpor aktif sekunder counter transpor telah berjasa mengatur kadar PH dalam sel. Endositosis Endositosis merupakan proses masuknya partikel atau sel kecil ke dalam suatu sel. Membran pada awalnya membentuk lekukan karena desakan dari pertikel yang akan masuk tersebut.

Setelah lekukan terlepas, maka akan membentuk vesikel yang kalau it berbentuk nutrisi akan langsung masuk ke sistem didalam sel, namun jika benda asing akan langsung dicerna lisosom dengan menggunakan enzim pencernaan lain. Membran memiliki peran untuk sangat peka terhadap benda, nutrisi atau benda asing yang akan masuk sel.

Sehingga seketika itu juga akan membentuk lekukan yang akan menelan partikel tersebut. Partikel yang terselubung oleh membran itu kemudian membentuk vesikel yang akan melepaskan diri dan menuju kedalam sel. Pinocytosis Reseptor membran plasma akan menempel sehingga terjadi lekukan. Lekukan lama-kelamaan semakin dalam dan membentuk kantung.

Kantung yang terlepas akan berada dalam sitoplasma. Kantung ini disebut gelembung pinositosis. Gelembung pinositosis akan mengerut dan pecah menjadi gelembung kecil-kecil kemudian bergabung menjadi gelembung yang lebih besar. Pinositosis biasanya disebut sebagai peminuman zat yang bentuknya cair.

Eksositosis Eksositosis merupakan proses keluarnya partikel atau zat dari suatu sel. Contohnya yaitupengeluaran bahan-bahan untuk membentuk kitin, yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan dinding sel jamur. Organ Tempat Aksi Proses fisologis normal dari saluran pencernaan dapat dipengaruhi oleh diet, kandungan saluran cerna GI , hormon, sistem saraf viseral, penyakit dan obat-obatan.

Lebih lanjut sifat fisika kimia, dan farmakologis obat sendiri juga akan mempengaruhi absorbsinya dari saluran cerna. Saluran enteral terdiri atas saluran cerna dari mulut sampai anus. Proses fisiologis yang utama terjadi dalam sistem GI adalah sekresi, pencernaan, dan absorbsi. Sekresi meliputi transport cairan, elektrolit peptida, dan protein ke dalam lumen saluan cerna. Enzim-enzim dalam sekresi saliva dan penkreatik juga terlibat dalam pencernaan karbohidrat dan protein.

Sekresi lain seperti mukus melindungi dinding lumen saluran GI. Pencernaan adalah proses pemecahan penyusun makanan menjadi struktur yang lebih kecil untuk absorbsi yang penyusun makanan sebagian besar diabsorbsi dalam daerah proksimal duodenum daru usus halus. Proses absorbsi adalah masuknya unsur dari lumen usus ke dalam tubuh. Absorbsi dapat dianggap sebagai hasil bersih pergerakan transpor dari lumen ke darah dan darah ke lumen.

Akhirnya, residu keluar dari tubuh melalui anus. Total waktu transit meliputi penggosongan lambung, transit usus halus, dan transit kolonik, berentang dari 0,4 sampai 5 hari. Site terpenting untuk absorbsi adalah usus halus. Waktu transit dalam usus halus untuk sebagain besar subjek sehat berentang dari 3 sampai 5 jam.

Jika absorbsi tidak sempurna obat meninggalkan usus halus, absorbsi dapat menjadi erratic atau tidak sempurna. Usus halus secara normal terisi cairan pencernaan dan menjaga cairan isi lumen.

Sebaliknya cairan dalam kolon direabsorbsi dan kandungan lumen dalam kolon semisolid atau solid, lenih lanjut membuat pelarutan obat errartic dan sulut. Kurangnya efek pelarutan dari khime dan cairan pencernaan berkontribusi pada lingkungan yang kurang mengntungkan untuk absorbsi obat. Contoh Zat Aktif Transporter usus dan contoh obat-obat yang diangkut : Transporter.

KONTEMPORARYONG PANITIKAN PDF

Glucose Transport

Oleh karena itu, dibutuhkan system transport untuk mengangkut glukosa. Terdapat 5 subtipe dari GLUT berdasarkan spesifisitas terhadap substrat, profil kinetk, dan distribusinya pada jaringan. Pada orang dewasa, ini diekspresikan pada Kadar membran sel meningkat dengan level tertinggi dalam eritrosit dan juga dalam sel endotel jaringan penghalang seperti berkurangnya kadar glukosa dan menurun GLUT1 penghalang darah-otak. Namun, itu bertanggung jawab atas rendahnya tingkat dengan meningkatnya kadar glukosa. Ekspresi penyerapan glukosa basal yang diperlukan untuk mempertahankan respirasi di semua sel.

ADAAG 1994 PDF

Transporter glukosa

Sodium-glucose transport proteins — Wikipedia Vanadium compounds such as vanadyl sulfate have been shown to inhibit the enzyme, and thus increase the insulin sensitivity in vivo in diabetics, as assessed by the hyperinsulinemic clamp techniquewhich may have potential therapeutic implications [19] [20]. This hypothesis was rapidly tested, refined, and extended [to] encompass the active transport of a diverse range of molecules and ions into virtually every cell type. Essential residues in the active site of vanadium haloperoxidases include: This page was last edited on 29 Juneat By using this site, you agree to the Terms of Use and Privacy Policy. Chromosome 1 human [1]. Wikimedia Commons has media related to Glucose 6-phosphatase. In humans, there are three isozymes of the catalytic subunit: These co-transporters are an example of secondary active transport. Crane in was the first to formulate the cotransport concept to explain active transport [7].

D.L.152 06 PDF

Transpor Aktif

Discovery[ edit ] GLUT1 was the first glucose transporter to be characterized. GLUT 1 is highly conserved. A helical wheel analysis shows that the membrane-spanning alpha-helices are amphipathic , with one side being polar and the other side hydrophobic. Six of these membrane-spanning helices are believed to bind together in the membrane to create a polar channel in the center through which glucose can traverse, with the hydrophobic regions on the outside of the channel adjacent to the fatty acid tails of the membrane.

Related Articles