MAHAR CINTA UNTUK ANISA PDF

Cerpen laki-laki Biasa Ya Rab,izinkan aku bersama malaikat penurun hujan Mu,menabut benih hujan dari langit agar aku dapat menyirami separoh bumi yg tandus hingga aku dapat melihat senyum orang2 tercinta karena karunia Mu. Hingga aku dapat memandang anisa tersenyum dibalik kerudung hijaunya hingga aku dapat selalu memuji Mu atau izinkan aku menjelma bersama buih gerimis diluar jendela kamarnya agar aku dapat memandang lekat wajahnya sebagaimana Ia sedang melihatku. Ya Rabb,aku sungguh jatuh cinta. Apa yg sedang kupikirkan?

Author:Vudotaxe Mikarn
Country:Cameroon
Language:English (Spanish)
Genre:Video
Published (Last):11 September 2009
Pages:136
PDF File Size:3.32 Mb
ePub File Size:6.17 Mb
ISBN:737-5-44890-262-6
Downloads:49824
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:JoJonris



Dan pukul 5 sore, sudah saya rampungkan membaca novel yang berjudul Mahar Cinta untuk Anisa ini. Melihat judulnya, sekilasa teringat akan karya-karya nya Habibburahman El-Shirazy yang tak pernah luput menyemat kata cinta dalam judul novelnya.

Sebut saja, Ayat-ayat cinta yang fenomenal itu, Ketika cinta Bertasbih, Dalam Mihrab cinta, Di atas Sajadah cinta, cinta Suci Zahrana, Bumi cinta, dan lupa lagi saya dengan judul-judul lainnya.

Andai saja film Pukul 2 siang tadi, saya membeli sebuah novel. Andai saja film Ada Apa Dengan Cinta dirilis pada tahun-tahun sekarang, mungkin saya juga akan menyangka bahwa film tersebut di angkat dari salah satu novel hasil tarian pena Habibburahman.

Maka rasanya wajar, kalau saya pernah bersangka bahwa novel itu adalah salah satu karya beliau. Dan ternyata bukan. Itu dari segi judul, yang bertipe serupa. Tapi mari kita lihat dari segi sinya, apakah bertipikal sama dengan novel-novel Habibburahman? Faris, tokoh utama disini sangat mirip dengan karakter rekaan khas Habibburahman. Sekilas mirip si Azzam lah.

Lagi-lagi saya merasakan getar-getar Ketika Cinta Bertasbih tatkala mengetahui bagaimana awal mula si Faris mengagumi sesosok wanita yang belakangan diketahui bernama Husna , meski hanya desiran dalam hati saja. Yaitu ketika melihat kesalehan wanita ini tatkala berada di sebuah mesjid. Lha, ini mirip dengan Azzam yang langsung berdesir hatinya saat pertama kali melihat Ana Altafunisa di sebuah acara seminar. Sang Husna pun begitu.

Ternyata dia telah mengagumi sosok Faris saat pertama melihatnya di kampus. Dan setelah itu, tinggalah sebuah kekaguman yang tersisa antara satu sama lain, tanpa sebuah perantara waktu yang mempertemukan mereka kembali. Sebuah kebetulankah kemiripan ini? Hal-hal menggelitik pun saya temukan dalam sebuah percakapan tepatnya ajang curhat dua tokoh wanita bernama Mila dan Cherry.

Saya yakin penulisnya menginginkan novel ini punya nafas Islam dan memberikan penggambaran wanita-wanita anggun. Dan seorang husna menceritakan kekagumannya pada seorang pria yang baru 2 atau 3 kali bertemu atau berpapasan ya? Semua hal disampaikan hingga terkesan menggurui pembaca dan hampir saja ceritanya menjadi seperti buku teks fiqih atau kadang deskripsi-deskripsinya seperti kita sedang membaca berita di koran.

Dan dari awal, cerita si ini sebenarnya begini, si itu sebenarnya begitu, sudah bisa ditebak. Ada sebuah kecelakaan yang akhirnya mempertemukan para tokoh di rumah sakit. Yang nantinya akan mengantar Faris pada jodohnya dan cita-cita luhurnya untuk menunaikan ibadah haji Ke Baitullah.

Kisah seorang pria bernama Fajar yang ingin meminang putri Kyai, namun di beri syarat khusus sebelum nantinya direstui. Syarat khususnya adalah mabit di sebuah mesjid selama tiga hari dan selama mabit tidak boleh keluar dari mesjid. Terlihat mudah dan sederhana. Namun, akan berhasilkah ia? Ada rasa penasaran ketika membaca yang ini, karena pembaca di bikin menebak-nebak tentang bagaimana nasib sang tokoh utama pada akhirnya.

Siswa dibiarkan mengeksplor rasa ingin tahunya dengan praktek terlebih dahulu untuk kemudian menyimpulkan pelajaran yang dapat ia ambil dari praktek tersebut. Namun tak sebanyak seperti di cerita Kerudung Merah dari Makkah. Judul yang kedua ini lebih enak untuk disimak.

Ibrah tentang keikhlasan niat hanya karena Allah semata pun dapat terenungi. Tapi petikan akhir di novelet ini membuat saya teringat kembali pada Habibburahman dan novelnya. Rasanya pernah ada segmen ini di novel KCB atau di novel lainnya yang saya lupa judulnya. Air Mata dan Mukena Kerinduan Ketika membaca cerita yang ketiga ini, saya tidak teringat pada Habibburahman.

Namun lebih teringat pada penulis novelet itu sendiri. Dalam artian positif. Sehingga kesenangan tersebut terperantarai, tatkala penulis bercerita tentang seorang ibu yang menasehati putrinya perihal memilih suami yang baik berdasarkan pengalaman pahit manis sang ibu, dengan mengambil sudut pandang orang pertama.

Mungkin cerita yang terakhir inilah yang lebih jujur menggambarkan gaya sang penulis, tanpa terlihat adanya tapak Habibburahman ataukah tapak itu ada, hanya saja saya tidak melihatnya? Well, saya masih bersedia menunggu jejak-jejak lainnya dari sang penulis.

Jejak di telapaknya sendiri. Benar-benar di telapak nya sendiri.

HIDUNG BELANG BERKIPAS SAKTI PDF

Mahar Cinta Untuk Anisa

.

ALAS ROTAS KHALIL GIBRAN PDF

.

GEOLOGY OF CAUVERY BASIN PDF

.

BOND ANNA FUGAZZI PDF

.

Related Articles