MAJALAH TEMPO REKENING GENDUT PDF

Sharn These opposites are at the same time complementary. Memori bangsa Indonesia tentang Lekra dan aktivitas kebudayaannya secara sistematis berusaha dihapus oleh pemerintahan Soeharto yang anti-komunis. The sole reason is the concrete conditions of the time. Akar budaya Dayak sebagai sangu dan bahasa berdialog dengan budaya-budaya lain. That is to say, in myths or nursery tales the aspects constituting a contradiction have only an imaginary identity, not a concrete identity.

Author:Dimi Ball
Country:Ghana
Language:English (Spanish)
Genre:Relationship
Published (Last):28 March 2008
Pages:258
PDF File Size:4.9 Mb
ePub File Size:17.13 Mb
ISBN:299-9-57828-933-1
Downloads:34391
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Fenrihn



Pada gelar perkara terakhir, tiga pekan lalu, pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi hanya memberikan satu pekerjaan rumah untuk tim penyelidik. Syarif, Rabu pekan lalu. Tim penyelidik KPK sudah mengantongi data aliran dana dan keterangan para terperiksa. Menurut Syarif, komisi antikorupsi mencium indikasi bahwa Taufiq menerima gratifikasi selama periode Dalam kurun tersebut, menurut penelisikan tim KPK, isi rekening bank Taufiq melonjak fantastis.

Saldo rekening Taufiq tercatat pernah menyentuh angka Rp 30 miliar. Taufiq terpilih sebagai Bupati Nganjuk selama dua periode, sejak hingga sekarang. Nilainya mencapai Rp 80 miliar. Duit menumpuk di tiga rekening. Menurut Syarif, duit tersebut memang belum tentu berasal dari perbuatan lancung. Soalnya, Taufiq berlatar belakang pengusaha konstruksi. Namun komisi antikorupsi masih penasaran bagaimana Taufiq dan istrinya bisa mengumpulkan duit sebanyak itu. Karena itulah tim KPK menelusuri proyek-proyek yang dikerjakan perusahaan milik pasangan suami-istri pejabat tersebut.

Berdasarkan penelusuran penyelidik KPK, Taufiq memiliki sekitar 10 perusahaan dalam bentuk perseroan terbatas dan firma. Perusahaan milik politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini kebanyakan menggunakan nama anaknya. Ada pula yang diurus karyawan sekaligus keluarganya. Proyeknya memang tidak berskala besar. Misalnya pemeliharaan sejumlah ruas jalan dan jembatan di Jombang dan Nganjuk.

Tapi jumlah proyeknya banyak. Perusahaan Taufiq, berdasarkan pelacakan tim KPK, sering mendominasi lelang proyek tambal-menambal jalan itu. Itu pun perusahaan lain harus membeli aspal panas hotmix ke perusahaan Taufiq. Beberapa kali nama perusahaannya dipinjam untuk melengkapi syarat administrasi pengajuan lelang tender.

Namun pemilik Hotel Nirwana, Nganjuk, itu mengaku sedang berada di luar kota. Ia tak bisa menemui Tempo untuk menjelaskan ihwal sepak terjang perusahaan keluarga Taufiq. Selain menemukan jejak kerabat Taufiq di banyak perusahaan, tim investigator KPK menemukan pola aliran dana. Setelah mendapat pembayaran dari kas daerah, uang dari rekening perusahaan langsung mengalir ke rekening Taufiq atau Ita. Duit ditarik dan disetor oleh orang-orang kepercayaan mereka, antara lain berinisial DS dan LH—KPK belum mengumumkan nama terang kedua orang ini.

Seorang investigator KPK mencontohkan, satu perusahaan Taufiq mendapat proyek pemeliharaan jalan di Kabupaten Jombang sebesar Rp juta. Dari kas daerah, duit ditransfer ke rekening perusahaan. Tak berselang lama, DS menarik uang sekitar Rp juta, lalu disetor ke rekening Ita. Meski kisaran proyeknya hanya ratusan juta rupiah, akumulasi uang yang masuk rekening perusahaan Taufiq menggunung juga.

Pada , total duit dari dinas bina marga yang masuk ke perusahaan milik Taufiq lebih dari Rp 50 miliar. Pada periode yang sama, ada setoran sekitar Rp 60 miliar dari perusahaan lain yang mendapat proyek di Jombang, Nganjuk, atau Kediri. Sebagian uang, sekitar Rp juta, juga masuk ke rekening bank DS.

Ketika diperiksa penyelidik KPK, Taufiq dan anak buahnya kompak beralasan bahwa fulus itu keluar-masuk rekening untuk urusan jual-beli aspal. Harta Taufiq pun terus membengkak. Dia antara lain melaporkan 70 bidang tanah, 38 mobil, dan 7 sepeda motor. Angka ini naik Rp 6 miliar dari laporan pada Tiga kali melaporkan harta ke KPK, Taufiq tak pernah mencantumkan satu pun perusahaan milik dia. Ketika Tempo mengunjungi alamat tersebut, Senin pekan lalu, tak ada plang penanda kantor perusahaan.

Yang ada rumah sekitar meter persegi dengan tiga mobil terparkir di garasi. Seorang asisten rumah tangga yang menemui Tempo mengatakan rumah itu milik ibu Taufiq. Ketika ditanyai soal perusahaan, dia mengaku tak tahu.

Coba langsung ke rumah Bapak saja," ucapnya. Jaraknya sekitar 4 kilometer dari tempat tinggal sang ibu. Tempo masuk melewati pintu pagar hitam yang sedikit terbuka. Letak bangunan utama menjorok ke dalam sekitar meter dari gerbang. Di sisi kiri halaman, berdiri rumah joglo tanpa dinding. Sedangkan di sebelah kanan terdapat bangunan permanen bercat putih-abu-abu. Pada tembok bangunan ukuran 6 x 8 meter itu menggantung kertas putih berpigura dengan tulisan "PT Sinar Abadi Citra Sarana".

Di dalam, dua perempuan dan seorang laki-laki duduk di meja kerja masing-masing. Seorang perempuan mengatakan Taufiq tak ada di rumah. Selebihnya, ketiga pegawai itu irit bicara. Ita menolak berkomentar ketika ditanya ihwal perusahaan suaminya yang kerap mendapat proyek pemerintah daerah.

Ketika dimintai konfirmasi bahwa rekening dia kerap mendapat setoran dari DS, Ita memilih bungkam. Ia langsung pergi menuju mobil yang terparkir di lobi gedung DPRD. Taufiq sejauh ini belum bisa ditemui. Ketika Tempo mendatangi kantor Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Kamis dua pekan lalu, Taufiq sedang memimpin rapat penyusunan anggaran Tempo memohon kesempatan wawancara melalui ajudan bupati.

Sang ajudan meminta menunggu hingga rapat selesai. Tanpa ditanya, Wakid mengaku sebagai orang dekat Taufiqurrahman. Wakid membenarkan kabar bahwa Bupati Taufiq memiliki 10 perusahaan yang kerap menggarap proyek pemerintah di Nganjuk dan Jombang.

Salah satunya perusahaan yang memproduksi aspal. Namun, menurut Wakid, Taufiq tak mengelola langsung perusahaannya. Sang Bupati mempercayakan urusan perusahaan kepada anak dan kerabatnya. Wakid juga memastikan perusahaan itu mendapat proyek setelah mengikuti tender sesuai dengan prosedur.

CASTLE CRASHERS PAPERCRAFT PDF

Your browser is blocked.Please change browser!!!

Nama Budi Gunawan sebelumnya pernah disebut-sebut memiliki rekening gendut. Budi Gunawan dilaporkan telah melakukan transaksi keuangan yang mencurigakan dari sumber yang tidak jelas dengan nilai puluhan miliar. Tak hanya Budi Gunawan, sejumlah perwira polisi lainnya dilaporkan dalam hal yang sama. Enam perwira tinggi serta sejumlah perwira menengah melakukan "transasi yang tidak sesuai profil" alias melampaui gaji bulanan mereka.

ASTM D854 PDF

Tempo dipolisikan terkait pemberitaan rekening Budi Gunawan

Sesudah para komisioner KPK, kini pers yang disasar. Majalah Tempo dipolisikan terkait pemberitaan rekening gendut Komjen Budi Gunawan, bekas calon Kapolri yang akhirnya dibatalkan. Sebelumnya, pelaksana tugas Plt ketua KPK yang baru beberapa hari menjabat, Taufiequrachman Ruki, seorang pensiunan jenderal polisi, menyatakan KPK telah kalah dalam kasus Budi Gunawan dan mengalihkan berkasnya ke Kejaksaan. Mereka mendesak KPK tidak tunduk pada tekanan. Selama empat setengah jam nonstop, lebih dari 35 pertanyaan diajukan kepada Heru Cahyo, saksi ahli yang ditunjuk Dewan Pers. Ia justru memandang dipolisikannya Tempo merupakan langkah kriminalisasi yang bisa membuat pers Indonesia kehilangan keberanian dalam menjalankan fungsi kontrolnya.

ABB ATS021 PDF

Tersudut Rekening Gendut

Data aitu disalin dari lima lembar laporan transaksi berbentuk tabel di rekening mereka sepanjang Isi rekening tersebut bervariasi, dari Rp 1 miliar sampai Rp 54 miliar. Dikategorikan mencurigakan karena penghasilan mereka tak sampai Rp 10 juta per bulan. Dokumen ini sampai ke tangan redaksi Tempo pada pertengahan Mei Data yang ada di dokumen itu lalu diketik ulang untuk menghapus jejak dokumen yang tergolong rahasia tersebut. Ito bersedia ditemui pada 25 Juni

LECH WOJCIECHOWSKI RYSUNEK BUDOWLANY PDF

Rekening Gendut Bupati Nganjuk

Text Chapter 5 Chapter5. Text Chapter 4 Chapter4. Text Chapter 1 Chapter1. Text Chapter 2 Chapter2. Bachelor thesis, Universitas Pelita Harapan.

Related Articles